Bangunharjo, Bantul – Sebuah inisiatif hijau kini hadir di tengah lahan pertanian dan perikanan Desa Bangunharjo, Bantul. Taman Pangan Urip Ijo, yang digagas oleh Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat, hadir sebagai destinasi wisata edukasi yang mengusung semangat “Simple Living” dan pertanian sirkular.
Taman ini tidak hanya memanfaatkan lahan pertanian dan kolam ikan, tetapi juga mengintegrasikan keberadaan Kali Ondo (sungai kecil) di sekitarnya sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran. Melalui pendekatan “Sirkular Farming”, pengelolaan lahan dilakukan secara berkelanjutan: limbah pertanian dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan, sementara kotoran hewan dikembalikan sebagai pupuk alami.
“Kami ingin menciptakan ruang belajar yang nyata bagi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya ketahanan pangan dan hidup harmonis dengan alam,” ujar Nur Hidayat.

Kolaborasi menjadi kunci pengelolaan Taman Pangan Urip Ijo. Inisiatif ini didukung penuh oleh Kelompok Wanita Tani (KWT), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Teman Lokal dan Tim Sekolah Wirausaha Desa. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat peran desa sebagai pusat edukasi pertanian, perikanan, dan konservasi alam.
Pengunjung dapat terlibat langsung dalam aktivitas menanam, merawat, memanen, hingga memberi pakan ikan bawal di kolam. Selain sebagai sarana rekreasi keluarga, taman ini juga menawarkan paket edukasi untuk sekolah dan komunitas.
Ke depan, Taman Pangan Urip Ijo berkomitmen untuk terus mengembangkan paket wisata tematik, memperkuat branding, dan menjalin kemitraan dengan lebih banyak pihak demi keberlanjutan destinasi.Kegiatan pemasaran akan dilakukan secara aktif melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, dengan konten yang mendokumentasikan proses harian serta kegiatan edukatif. Promosi juga disesuaikan dengan momen spesial seperti musim panen dan liburan sekolah.
“Kami membuka pintu kolaborasi untuk siapa saja yang ingin belajar, berkontribusi, atau sekadar menikmati ketenangan hidup dari tanah sendiri,” pungkas Nur Hidayat.
