Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati terus menunjukkan kiprah nyata dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis pemberdayaan perempuan melalui inovasi olahan hasil pertanian, khususnya cabai. Berlokasi di wilayah pesisir selatan Kabupaten Kulon Progo, KWT Melati tumbuh sebagai kelompok usaha perempuan yang konsisten mengolah potensi lokal menjadi produk pangan bernilai tambah.
Saat ini KWT Melati juga didampingi oleh Sekolah Wirausaha Desa dalam peningkatan akses pemasaran berupa pembuatan Sustainibility Company Profile dan Katalog Produk KWT Melati. KWT Melati berawal dari proses pembinaan dan pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kulonprogo dan mulai mengembangkan inovasi olahan cabai setelah mendapatkan pendampingan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPwBI DIY). Melalui pendampingan tersebut, KWT Melati mendapatkan dukungan dalam penguatan kapasitas kelompok, pengelolaan usaha, hingga pengembangan produk olahan cabai yang berkelanjutan.
Seiring waktu, KWT Melati berkembang menjadi kelompok yang mandiri dan inovatif. Berbekal pengalaman panjang dalam budidaya cabai, penanganan pascapanen, proses produksi, hingga pemasaran, KWT Melati aktif mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kapasitas SDM, studi banding, serta penguatan jejaring kemitraan dengan petani dan pemangku kepentingan lainnya. Pendampingan KPwBI DIY menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola usaha yang lebih profesional dan berdaya saing.
Hasil dari proses pembinaan tersebut tercermin pada beragam produk unggulan KWT Melati yang dikenal dengan merek Nyoss Cabe. Produk yang dihasilkan meliputi Abon Cabe (Original, Teri, dan Terasi), Sambal Segar aneka varian seperti Original, Teri, Cumi, dan Roa, Sirup Cabe Nyoss, Saos Cabe, Cabe Kering Murni, serta aneka camilan khas seperti Crispy Undur-Undur dan Caping Peanut Chips. Seluruh produk diolah dari bahan baku pilihan, menggunakan proses yang higienis, dan mempertahankan cita rasa autentik khas olahan cabai nusantara.
Pengembangan usaha KWT Melati tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan anggota, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sekitar, kemitraan dengan petani lokal, serta keberlanjutan lingkungan. KWT Melati berupaya menjadi wadah bagi perempuan desa untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi keluarga dan desa, ujar Titin (Ketua KWT Melati) saat berdiskusi dengan Tim SWD.
Ke depan, KWT Melati berharap dapat terus memperluas jejaring pemasaran dan kemitraan, sekaligus menghadirkan produk olahan cabai berkualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan dukungan berkelanjutan dari Dinas Pertanian Kulonprogo, KPwBI DIY, Sekolah Wirausaha Desa dan berbagai pihak lainnya, KWT Melati optimistis dapat menjadi contoh sukses pengembangan usaha perempuan desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
(Azfa Pabulo_Tim SWD)